Thursday, 3 October 2013

Master's Sun - Episode 17

Standard

Joongwon sebenarnya sedang jadwal meeting yang salah disusun oleh Sekretaris Kim . Tanpa dinyana ditempat ini dia malah berjumpa dengan Gongshil. Joongwon merasa mengalami halusinasi sementara Gongshil terkejut karena berpikir melihat hantu.





"Apakah kamu sedang minum bersama hantu ?" tanya Joongwon.
"Aku tidak melihat hantu-hantu itu lagi ," jawab Gongshil.
Pada saat itu Jinju datang membawa kabar bahwa tempat meetingnya memang disini. Joongwon yang enggan terusik di momen khusus ini meminta Jinju untuk mengatakan pada mereka bahwa dia mungkin akan terlambat dan menyusul kemudian.
Gongshil pun bertanya : "Jadi kamu ada janji pertemuan ?"
Joongwon menjelaskan bahwa dia akan bertemu dengan seseorang , dan Gongshil pun menyadari bahwa yang dimaksud adalah mantan tunangan Joongwon.

Gongshil pun bercerita bahwa selama berada diluar negri , dia sudah mengumpulkan cukup uang untuk membeli rumah.
"Jadi kamu benar-benar tidak bisa melihat hantu lagi ?" tanya Joongwon.
"Iya , karena itu aku bisa minum wine sekarang," jawab Gongshil
Joongwon pun memberikan selamat pada Gongshil atas kabar baik ini. Mereka berdua pun mulai minum untuk merayakan , tetapi Gongshil enggan untuk minum banyak karena tahu Joongwon akan meeting.
Gongshil pun pergi meninggalkan Joongwon.
***
Gongshil berjalan dan diikuti oleh hantu. Gongshil menegur hantu itu karena telah mengacaukan segalanya , padahal Gongshil sudah berakting segala sesuatu baik-baik saja didepan Joongwon tadi.

Gongshil naik taksi dalam kondisi mulai mabuk sehingga sang supir taksi bingung dan bertanya harus berjalan kearah mana. Gongshil yang mabuk malah bertanya apakah sang supir pernah terkubur dalam tanah ?
Pada saat itu Joongwon membunyikan klakson sehingga taksi itu menepi . Joongwon menghampiri taksi itu dan meminta Gongshil untuk keluar.
Sang supir yang mengira Joongwon adalah kekasih penumpangnya , meminta Joongwon untuk membawa Gongshil yang mabuk ini.
Joongwon akhirnya memaksa Gongshil untuk keluar dari taksi , tetapi Gongshil berbicara seperti bukan dirinya , berarti Gongshil sudah dirasuki oleh hantu akibat minum wine .
Joongwon menyentuh Gongshil sehingga hantu meninggalkan tubuh Gongshil , dan Gongshil terjatuh tidak sadarkan diri dalam pelukan Joongwon.
***
Pagi hari tiba dan Gongshil terbaring disamping Joongwon. Joongwon sedang memandangi Gongshil yang tertidur . Ketika Gongshil terbangun , Joongwon pun tersenyum dan berkata : " Apakah kamu sudah bangun ? Apakah kamu mengira ini mimpi ?"

Joongwon meminta Gongshil untuk mendekat . Gongshil pun mendekat dan bertanya apa yang terjadi , dan kenapa dia bisa ada disitu.
"Kamu mabuk dan aku mengambilmu dari taksi," jawab Joongwon.
"Apa aku baik-baik saja saat itu ?"
"Tidak , kemaren kamu menggodaku dalam berbagai cara.."
(Rupanya Gongshil kemaren malam kerasukan berbagai hantu. Gongshil bahkan sempat meminta es krim namun ditolak Joongwon karena es krim akan membuat Gongshil jadi gemuk.  Hantu lain memasuki tubuh Gongshil , dan Joongwon bertanya :" Aku tidak berpikir kamu seekor anjing , ataukah kucing. Gongshil-pun mengeong dan hendak mencakar Joongwon.  Hantu lain merasuki tubuh Gongshil dan kali ini hendak merayu Joongwon.)

Demikianlah Joongwon sibuk menghadapi Gongshil yang dirasuki berbagai hantu tadi malam.
Gongshil pun bertanya apakah dia kemaren melakukan sesuatu yang aneh. Joongwon pun mengatakan bahwa Gongshil hanya mabuk , tanpa dikunjungi hantu. Gongshil pun menghela nafas lega mendengar hal itu.
(Sesungguhnya kemaren malam , Gongshil sempat terbangun dalam kesadarannya sendiri , dimana dia menekan tangan Joongwon di pipi Gongshil sendiri dan mengatakan : " Aku rindu padamu !" )
Joongwon pun bertanya apakah Gongshil masih membutuhkan "tempat perlindungan" karena masih bisa melihat hantu sampai saat ini.
"Bukan masalah itu , aku memang merindukanmu. Aku memang masih melihat hantu dan belum bisa hidup seperti orang normal ."
"Apakah karena itu kamu tidak menemuiku?" tanya Joongwon.
"Aku sudah mempersiapkan diri untuk bertemu denganmu , setelah menjadi wanita normal , dan jika aku muncul didepanmu , apakah kamu akan jatuh hati padaku pada pandangan pertama ? Dan setelah itu aku akan berkata , aku masih melihat hantu ," kata Gongshil lagi.
"Aku memang telah jatuh untukmu , jadi apa pentingnya tentang apa yang datang pertama maupun terakhir ."
"Itu jelas hal penting , aku tidak mau bertemu denganmu sebagai wanita yang bergantung padamu sebagai tempat perlindungan dan sebagai radar pula."
Joongwon pun meringis saat Gongshil menundukkan kepalanya kembali.  Gongshil pun berterimakasih atas kopi yang sudah disajikan dan mengatakan hendak pergi.
"Ketika kamu bermalam di rumah seorang pria , kamu harus memberikan nomer telepon dan menentukan waktu kencan berikutnya," tuntut Joongwon.
"Kenapa pula aku harus memberikannya , aku bukan wanita seperti itu ," jawab Gongshil.
"Oh yah , aku memang sudah mengira kamu tidak akan memberikan nomermu , jadi aku sudah mendapatkannya sendiri. Jadi kalau kamu tidak mengangkat teleponmu , maka aku akan menyebarkan gosip kalau kamu itu perempuan nakal."
"Jangan meneleponku ," pinta Gongshil.
"Karena kamu berpikir apa yang terjadi sebelum dan sesudah itu sangat penting , maka aku mencoba memahami , apakah tidak masalah jika aku mengirim SMS saja ?"
"Tak masalah," jawab Gongshil.
"Terimakasih ."
"Aku akan pergi ."
"Gongshil , cobalah untuk berusaha keras merayuku , lakukan yang terbaik."
***

Sementara itu , Yiryeong melihat foto yang dikirim dengan rasa cemburu karena melihat istri diplomat itu cantik.
Malamnya , Kangwoo dan Yiryeong bertemu di jembatan Sungai Han. Yiryeong menyebut Kangwoo sebagai berperilaku seperti anjing , dan meminta Kangwoo untuk tidak mengawal diplomat , dan pindah ke tempat lain dimana hanya ada sekumpulan orang tua.
Sebaliknya , Kangwoo menyebut Yiryeong sebagai Ikan Paus Berkumis Hitam yang ingin menangkap dan menyingkirkan semua wanita yang ada disekitar Kangwoo.

"Iya , karena aku merasa tidak yakin kalau aku satu-satunya wanita disekitarmu , dan ketika aku mengajakmu bertemu , selalu saja di tempat ini dimana tidak ada seorangpun dan itupun pertemuan singkat belaka. Jadi bagaimana mungkin aku tidak nervous ? " jawab Yiryeong.
"Karena kamu itu adalah Yiryeong , dari posisimu , inilah cara aku dapat melindungimu ," kata Kangwoo.
Yiryeong mendekat dan berkata : "Tadi kamu katakan kalau kamu sedang melindungiku ?"
"Memangnya kenapa ?" tanya Kangwoo.
"Ini berarti hatimu telah menjadi milikku ," kata Yiryeong.
"Ikan Paus Berkumis Hitam memang tidak mengerti , ini sudah lama dan sekarang kamu baru tahu ."
"Katakan dengan jelas , apakah hendak menonton film denganku ?"
"Film ? Kita sering menontonnya."
"Bukan seperti yang kita lihat di bioskop , tetapi pada pembukaan film , datanglah bersamaku dan berjalan sambil bergandengan tangan di karpet merah, jadi aku dapat menunjukkan pada semua orang kalau kau adalah milikku. "
"Ikan Paus Berkumis Hitam memang memberi banyak beban padaku , dan karpet merah itu sangat berlebihan , " Kangwoo tampak ragu-ragu.
***
Gongshil kembali ke rumah lamanya bersama Gongri -- yang heran kenapa adiknya mau kembali kesini. Gongshil mengaku bahwa rumah lama ini sangat nyaman baginya dan berencana untuk membeli tempat ini seluruhnya.
Gongshil memang tidak berbohong tentang menghasilkan banyak uang diluar negri berkaitan dengan kemampuannya dalam melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Gongshil pun menjelaskan pada Gongri bahwa seseorang (Joongwon) pernah mengatakan bahwa jika Gongshil memiliki gedung apartemen ini mungkin akan mempertimbangkan Gongshil. (Ketika itu Joongwon masih pria angkuh yang menganggap rendah Gongshil yang miskin dan aneh.)
Gongshil juga menjelaskan bahwa Chunhee masih berada diluar negri tetapi akan kembali ke Korea. Gongshil sendiri mengaku akan kembali ke sekolah.
***
Gongshil menemui makelar dan bertanya apakah pemilik bangunan akan menjualnya atau tidak . Makelar itu menjelaskan bahwa pemilik bangunan sudah berganti tahun kemaren. Makelar itu juga mengaku sudah mengirimkan email dan pihak pemilik akan bertemu dengan Gongshil.
Gongshil berharap harga jual bangunan tidak terlalu tinggi , tetapi ketika itu yang muncul malah Sekretaris Kim .
"Sudah lama sekali Taeyang , dan kamu tetap cerah seperti biasanya," sapa Sekretaris Kim
Gongshil bingung dengan kemunculan Kim , tetapi tak lama menyadari bahwa pemilik bangunan yang baru itu adalah Joongwon.
Sekretaris Kim pun mengantar Gongshil untuk meeting dengan Joongwon di Kingdom Mall.
Joongwon menjelaskan pada Gongshil bahwa memang dia telah membeli bangunan itu karena ada dua grup yang sedang memperebutkan.
"Kamu mengabaikan SMS ku yang bertanya kapan kamu akan meneleponku ? Tetapi kau malah datang menanyakan harga bangunan," kata Joongwon.
"Apa maksudmu aku harus membayar tinggi untuk bangunan itu ?
"Jadi kapan kamu akan meneleponku ?" tanya Joongwon lagi.
Gongshil bergumam : "Aku pikir bisa mendapatkan dengan harga murah ."
"Kamu tidak sedang mencoba menghasilkan uang banyak lagi dan pergi ke luar negri lagi khan ? Jangan lakukan itu . Diteleponmu ada nomer telepon pemilik bangunan itu dan teleponlah dia , jika kamu bisa bernegosiasi dengan baik mungkin dia akan menurunkan harga."
"Aku tidak akan menelepon dulu , dan sedang berpikir berapa banyak uang yang kamu inginkan dari bangunan itu , dan bisa menghubungiku melalui Sekretaris Kim. Aku akan pergi."
"Coba tolong balas kalau aku mengirim SMS ," pinta Joongwon.
Gongshil pun pergi.
Sekretaris Kim berkata pada Joongwon : "Apakah kamu membeli bangunan itu karena seseorang menyebutnya sebagai tempat yang paling nyaman di seluruh Seoul ? "
***
Bibi Joo menemui dokter dan terkejut mendengar diagnosa dokter yang mengatakan Bibi Joo telah hamil.
Bibi Joo tentu saja terkejut harus hamil di usia terlambat seperti sekarang ini. Dokter pun menasehati Bibi Joo agar hati-hati dan berusaha lebih keras untuk menjaga kehamilan di usia terlambat .
Kemudian , Paman Do menanyai istrinya : " Kamu pergi kerumah sakit apakah ada masalah ?"
"Aku baik-baik saja tidak ada masalah ," jawab Bibi Joo.
"Sukurlah , jadi kita masih bisa liburan seperti rencana semula."
***
Gongshil sedang berjalan di Kingdom Mall , dan Hantu Sampah menghentikan Gongshil.
Gongshil menyapa Hantu Sampah itu , namun pura-pura tidak ada yang terjadi ketika Joongwon datang mendekat.
Joongwon rupanya hendak menawari Gongshil untuk makan bersama sambil membahas harga bangunan. Gongshil mengaku sudah makan siang. Lantas Joongwon mengajukan untuk makan malam bersama saja . Lagi-lagi Gongshil mengaku ada acara dengan Gongri.

Joongwon pun mengatakan kalau sesungguhnya dia juga banyak acara , jadi bukan waktu yang tepat untuk melakukan segala sesuatu sesuai urutan. Pada saat mereka terus berdebat , Hantu Sampah mengikuti seorang ibu dan putrinya .
Gongshil pun mengikuti Hantu Sampah itu , dan Joongwon pun ikut dengan alasan bahwa Hantu Sampah adalah temannya juga.
Maka mereka berdua terus mengikuti sampai ke aula pernikahan. Si Putri berkomentar bahwa aula ini adalah tempat yang indah untuk menikah.
Gongshil menjelaskan pada Joongwon bahwa ibu dan anak itu adalah istri dan putri dari Hantu Sampah. Joongwon pun menduga bahwa Ibu & Anak itu datang untuk melihat aula pernikahan .
Gongshil kemudian bertanya pada Hantu Sampah :" Apakah kamu tidak bisa beristirahat dengan tenang karena kamu mengkhawatirkan istri dan anakmu ?"
Hantu Sampah pun menggeleng pertanda tidak.
Joongwon - Gongshil pun berbincang dengan Istri Hantu Sampah itu . Sang Istri bercerita bahwa suaminya meninggal tiga tahun lalu dan Sang Putri menambahkan bahwa itu karena lotere. Sang Istri menjelaskan bahwa mendiang suaminya membeli lotere dengan angka yang sama , dan menang.
Joongwon bertanya apa si suami itu meninggal karena terkena serangan jantung karena terlalu senang ? Sang Istri menjelaskan bahwa mendiang suaminya kehilangan tiket lotere itu karena membuangnya ke tempat sampah tanpa sengaja , dan setelah itu karena kesehatannya memang tidak baik , mendiang suaminya meninggal dunia.
Gongshil pun berkata pada Hantu Sampah bahwa istri dan putrinya yang cantik toh baik-baik saja tanpa perlu uang dari lotere , jadi bisa beristirahat dengan tenang tanpa perlu penyesalan lagi.
Sang Istri menyimpulkan bahwa aula pernikahan seperti ini diluar budget mereka , tetapi Joongwon menghampiri dan mengatakan bahwa mendiang suami ibu itu adalah teman Joongwon , jadi Joongwon akan membiayai pernikahan ini sebagai tanda terimakasih .
***
Gongshil mengakui bahwa dia masih bisa melihat hantu. Joongwon bertanya apakah Gongshil tidak mengalami perubahan sedikitpun ?
Gongshil pun menjelaskan bahwa selama itu dia pergi ke beberapa tempat saat menjadi hantu , dan bertemu dengan begitu banyak hantu lain.  Gongshil menyadari bahwa kemampuannya itu karena pilihan sendiri. Gongshil juga menjumpai banyak orang yang tidak mendengarkan , sehingga Gongshil berjanji kalau kembali ke tubuhnya akan melihat dan membantu hantu-hantu itu.
Karena janji itu Gongshil terlihat seterang matahari dalam dunia hantu. Kini Gongshil mengakui tidak lagi bermasalah dengan hantu dan juga tidak membenci kemampuannya dalam melihat hantu. Lagipula Chunhee pun sudah mengajari banyak hal untuk berurusan dengan hantu.
(Di kafe , Chunhee sendiri sedang memperhatikan buku foto dan kemudian menutupnya sambil berpikir apakah dia sudah berbuat benar untuk Gongshil. Chunhee juga bertanya pada Hantu Kopi apakah merasakan sesuatu saat mengamati Gongshil . Chunhee juga mendesak agar Hantu Kopi untuk melangkah pada jalurnya sendiri.)
Joongwon tiba-tiba merasa cemburu kepada Chunhee. Joongwon bertanya pada Gongshil : "Pria itu hanya pemandu khan , bukan bunker sepertiku ?"
"Dan kamu , selalu keliling untuk makan bersama bibimu dalam berbagai kencan buta," tuduh Gongshil sambil tersenyum.
"Aku tidak makan , tahukah kamu betapa aku sangat kelaparan karenamu ?"
"Jadi kamu ingin makan malam bersamaku ?" tanya Gongshil
"Sekarang ?"
"Aku akan meneleponmu ," kata Gongshil.
"Lah , kamu bilang kamu akan merayuku !! Kapan kamu akan menelepon ?"
" Kamu temui Hantu Sampah saja ."
"Kenapa kamu libatkan lagi hantu dalam pembicaraan penting ini ?"
"Lah kamu bilang Hantu Sampah itu temanmu . Apakah kamu ingin melihat dia terus duduk disamping keranjang sampah ? Karena kamu adalah temannya , bicaralah baik-baik dengan dia."
Gongshil pun pergi , dan saat itu berpapasan dengan Bibi Joo. Bibi Joo menyindir apakah Gongshil ingin mempermainkan perasaaan Joongwon lagi ? Gongshil mengatakan tidak , kali ini justru ingin mempertahankan Joongwon.
Bibi Joo merasa Gongshil berubah , dan Gongshil pun sebaliknya mengatakan Bibi Joo juga telah berubah . Gongshil melihat ada jiwa kecil (janin) dalam perut Bibi Joo , dan berkata kalau janin itu lemah dan perlu perlindungan dari Bibi Joo.
Bibi Joo memperingatkan Gongshil untuk tidak menceritakan kehamilannya kepada siapapun karena merasa belum memutuskan akan meneruskan kehamilan itu atau tidak.
"Setelah kau memutuskan pilihanmu dan melindungi calon bayimu , ini akan menjadi sulit , setelah kamu mengambil keputusan , tidak ada seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi." kata Gongshil.
(Joongwon mulai duduk di kursi dalam rangka hendak meyakinkan Hantu Sampah) .
Gongshil melanjutkan : " Kamu memiliki masa sulit untuk memutuskan pilihanmu , tetapi kamu mungkin lebih tersiksa ketika keluar dari perasaan cinta , dan tidak berarti berbagi kebahagiaan akan selalu berbuah . Keputusan ini jelas terserah kalian masing-masing."
"Apa kamu sedang membicarakanku dan bayiku , ataukah kamu dengan Joongwon ?" tanya Bibi Joo.
"Aku sedang bicara tentang seseorang yang mencintai seseorang ," kata Gongshil.

***
Joongwon masih berusaha meyakinkan Hantu Sampah. Joongwon berjanji akan membantu pernikahan putri Hantu Sampah sehingga Hantu Sampah bisa beristirahat dengan tenang tanpa harus menyesal telah tak sengaja membuang lotere yang telah dimenangkan.
Menurut Joongwon bahkan lotere itu tidak sepadan bila Joongwon jadi menikah dengan putri dari Grup Saejin , tetapi tidaklah sia-sia bagiku untuk mencintai Gongshil.

Tutup keranjang sampah pun berbunyi sehingga Joongwon pun mengakui : " Baiklah , mungkin itu sedikit sia-sia , tetapi aku tidak menyesal untuk membuang kesempatan itu , wanita yang kucintai berada di puncak langit , sang matahari , itu sangat menarik bukan ? Tolong berikan aku tanda jika kamu merasa itu luar biasa !" kata Joongwon.
Hantu Sampah memberikan pertanda , dan Joongwon kembali melanjutkan : "Gongshil tidak hanya bersinar terang di dunia orang mati , tetapi membuat mataku sakit karena dia bersinar terlalu terang . Omong-omong , bisakah aku menikah lebih dulu daripada putrimu ?"
***
Ketika berada diruang kantornya, Bibi Joo merenungkan perkataan Gongshil, bahwa memilih cinta berarti tidak lagi sendiri , sebagai pertukaran atas kesulitan dalam melindungi sebuah cinta . Bibi Joo pun mulai membayangkan kebersamaan di akan datang dengan Paman Do dan putrinya yang akan terlahir , sebuah kehangatan keluarga.
***

Gongshil kembali ke rumah dan mengucapkan selamat tinggal kepada anak tetangga yang akan pindah bersama ibu mereka. Kangwoo datang dan ikut membantu keluarga kecil itu .
Kangwoo dan Gongshil kemudian berbagi minuman di atap bangunan . Kangwoo mengucapkan selamat pada Gongshil atas keberhasilan Gongshil dalam mengatasi ketakutannya. Gongshil pun meminta Kangwoo untuk melindungi Matahari Kecil (Yiryeong).
Kangwoo pun menghela nafas karena perlu mengumpulkan keberanian agar bisa berjalan di karpet merah.
***
Bibi Joo sedang makan malam bersama Paman Do. Ketika Paman Do membahas liburan mereka dengan segala rencana ekstrim , Bibi Joo akhirnya mengakui kalau tidak bisa berlibur seperti itu karena sedang hamil .
Bibi Joo berkata : "Aku begini tua , bahkan aku sering terlupa namamu itu Do Seokchul atau Chul-Seok , apakah aku dapat memiliki anak dengan kondisi seperti ini ?
Paman Do pun menghampiri istrinya dan berkata mencintainya. Bibi Joo pun meminta dukungan dari suaminya , dan Paman Do pun memeluk istrinya.
***
Yiryeong mulai mempersiapkan diri untuk acara premier film dengan memantas diri didepan cermin. Yiryeong mulai bimbang apakah meminta terlalu banyak dari Kangwoo.
Ternyata Kangwoo muncul disaat yang tepat dan berkata : " Mari kita lalui karpet merah !"
"Jika kamu takut atau gugup kamu bisa memegangku ,jadi aku tidak perlu kehilanganmu , aku akan memegang dengan erat, " tawar Yiryeong.
***
Sekretaris Kim menyerahkan dokumen kepada Gongshil yang menandakan bahwa apartemen lama itu kini menjadi milik Gongshil.
Gongshil merasa sangat berterimakasih , dan Sekretaris Kim juga mengingatkan malam pertama dimana mereka bertemu  : " Aku selalu berada dipihakmu ."

"Jika kamu tidak menghentikan mobil ketika itu mungkin aku tidak akan bertemu dengan Joongwon, terimakasih " aku Gongshil.
"Menyaksikan Joongwon jatuh hati padamu , bagiku ini sangat indah , aku merasa sedang melihat anak ku sendiri tumbuh dewasa dibawah kehangatan matahari . Jadi kalau Joongwon kambuh , mohon kau maklumi dia dan tetap berada disisinya ."
***
Joongwon sedang duduk dirumahnya ketika ponselnya berdering. Rupanya Gongshil mengundang Joongwon untuk datang dan Joongwon pun bersedia. Mereka pun mempersiapkan diri masing-masing.
Joongwon datang dengan mempersembahkan karangan bunga yang besar , dan Gongshil pun mengatakan bahwa dia kini pemilik gedung ini , dan mengingatkan bahwa sikapnya mungkin berbeda disaat mabuk .
"Selagi aku berbicara mungkin aku akan terlihat berbeda , jadi pada saat itu , kau pikirkan saja seolah mendapat panggilant telepon mendadak dalam waktu yang singkat." kata Gongshil.
"Jika aku mendapat panggilan mendadak kemudian aku harus menjawab . Aku mengerti."
Gongshil pun mengatakan bahwa dia akan berada disisi Joongwon .
Joongwon merasa Gongshil masih belum juga mengatakan "Aku Cinta Padamu ."
Tetapi Gongshil melanjutkan :" Karena kau itu spesial bagiku , karena aku mencintaimu . Aku akan sangat mencintaimu . Inilah aku Tae Gongshil , Taeyang , dapatkah aku terbit disisimu ? "
Joongwon begitu sangat bahagia mendengar hal ini : " Jadi ini alasan kau mengundangku ?"
"Ya."
Joongwon berdiri dan berkata : " Aku tidak bisa menerima undangan untuk datang kesini."
Gongshil pun berdiri untuk mencegah Joongwon pergi .
Joongwon berkata : " Sebuah undangan ketika kamu singgah sejenak lalu pergi , aku tidak bersedia. Aku ingin tetap hidup disampingmu."
Joongwon menunjukkan Kalung Matahari dan berkata lagi : "Aku tidak akan membiarkanmu pergi , aku adalah Bumi yang akan hancur tanpa dirimu , kamu adalah matahariku ."
"Terimakasih untuk tidak membiarkan aku pergi ," kata Gongshil sambil mencium Joongwon.
Merekapun berciuman dengan penuh gairah.

***
Bibi Joo dan Paman Do membahas tentang masa depan calon bayi mereka. Paman Do bingung dan tidak tahu harus melakukan apa , dan Bibi Joo berkata bahwa suaminya ini tinggal berada disamping dia . Menurut Bibi Joo karena Paman Do masih lebih muda maka dapat membesarkan anak itu nanti . Paman Do bersedia.
***

Kangwoo mendampingi Yiryeong di karpet merah. Yiryeong bertanya : " Kamu baik-baik sajakah ?"
"Ini ternyata tidak begitu menakutkan ," jawab Kangwoo.
"Dapatkah aku menciummu disini ?" pinta Yiryeong.
"Ikan Paus Berkumis Hitam , aku akan melakukan untukmu nanti ."
***
Hanjoo dan Gongri sedang berjalan bersama dan diantara pasangan-pasangan lain yang juga ada bertebaran disekitar mereka , mereka berdua berjanji untuk menjadi belahan jiwa satu samalain.

***
Sebuah kilas balik mengingatkan pada malam badai dimana Gongshil dan Joongwon pertama kali bersentuhan . Kini di atap bangunan , Gongshil berkata : "Terimakasih kepada kemampuanku dalam melihat hantu. Aku dapat mengenal orang yang spesial dan mendapatkanmu."
"Iyah , kemampuan itu sangat membantu dan apa jadinya kalau kamu tidak bisa melihat hantu . Bagaimana kalau kita pergi ke pantai untuk melihat matahari terbit , yang terbit dimanapun dan saat ini kita tidak bisa melihat karena sedang berada dibelahan bumi yang lain."
Gongshil mulai mempermainkan kata mengenai matahari terbit , tetapi Joongwon berkata bahwa dunianya menjadi muram saat Gongshil pergi setahun lebih dan kini Gongshil punya kewajiban untuk merayunya .
Gongshil mengatakan bahwa dia memang punya sesuatu yang direncanakan untuk merayu Joongwon.
"Aku mencoba bersabar mengenai apa yang kamu persiapkan itu , setelah itu aku akan melakukan apapun yang aku mau."
"Tahukah kamu saat aku berada di Amerika , aku berjumpa dengan Hantu Steve Jobs?" aku Gongshil.
"Benarkah kamu berbincang dengannya ?"
"Iya , jika di masih hidup , esok hari akan berbeda."
"Ceritakan padaku lebih detail , apa lagi ?"
"Aku tidak bisa mengatakan padamu , karena masa depan adalah bagi siapa yang masih hidup."
"Aku orang spesial bagimu , jadi tolong ceritakan padaku ."
"Tidak bisa ."
"Ah kalau begitu lupakan saja. " Joongwon merajuk.
Gongshil pun berbisik tentang apa yang Steve Jobs katakan.
Joongwon bertanya apa itu benar , dan mengancam akan pulang jika Gongshil tidak bercerita lebih jauh lagi. Gongshil pun terus bercerita dan Joongwon mencium Gongshil kembali.

SINOPSIS LENGKAP

[Episode 1 ] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17]

Stars

Profile

0 comments:

Post a Comment