Wednesday, 2 October 2013

Master's Sun - Episode 16

Standard


“Aku ingin menjadi matahari yang gemilang yang populer dikalangan hantu. Tetapi jika aku melihatmu , aku seperti merasa sebagai matahari yang tidak beruntung karena membuat orang menjadi mati. Ini sangat menakutkanku dan aku sangat membencinya. Jadi pintalah aku untuk pergi
!”
“Alasanku untuk memintamu pergi demikian bebasnya karena aku merasa kamu akan kembali kesisiku . Aku akan mengabulkan permintaanmu , pergilah Taeyang ! ”
Gongshil pun melangkah kedalam bandara dan menghapus air matanya . Joongwon memperhatikan Gongshil yang perlahan menghilang dari pandangan .
Gongri melepas kepergian Gongshil dan bertanya apakah akan pergi dengan pria itu (Chunhee) ?
Gongshil membenarkan , dan meminta agar kakaknya tetap tenang , dan berjanji akan kembali. Gongri dan Gongshil pun berpelukan.

***
Joongwon sedang duduk sendiri ketika Sekretaris Kim menghampiri dan berkata : ” Ku dengar Gongshil pergi ke suatu tempat yang jauh ? Kenapa kamu tidak bersama dia ? ”
“Aku mengira jika aku dapat menanganinya maka Gongshil akan baik-baik saja , tetapi Gongshil rupanya takut , aku telah memikirkan hal itu , dan masih belum memahami posisinya.”
“Jadi apakah kamu mengirimnya pergi karena kamu memahami kondisi Gongshil?” tanya Sekretaris Kim.
“Apakau kamu sudah gila ? Kenapa aku harus melakukan di saat penting ini ?” Joongwon bertanya balik.
Joongwon pun mencoba menghubungi Gongshil namun panggilan ponselnya tidak diangkat.
Didalam pesawat , Chunhee bertanya apakah Gongshil telah menyelesaikan masalah dengan Joongwon.
“Bagaimana mungkin aku melakukannya ? Aku hanya memaksa diriku untuk pergi dan aku berharap pesawat ini akan lekas lepas landas , ” jawab Gongshil.
Sementara itu Yiryeong pun memeriksa ponselnya dan menyimpulkan Kangwoo itu tidak punya tata krama karena tidak menghubungi walaupun sudah diberitahu bahwa Yiryeong akan pergi hari ini.
***
Sekretaris Kim melaporkan pada Joongwon bahwa Gongshil sedang dalam perjalanan ke LA  ,dan Joongwon pun menyuruh Sekretaris Kim untuk memesan tiket dalam penerbangan berikutnya agar bisa mengikuti Gongshil.  Sekretaris Kim juga menegaskan bahwa paspor Joongwon akan disiapkan untuk itu.
Bibi Joo juga mendengar bahwa Joongwon akan pergi ke Amerika Serikat . Dia penasaran dan bertanya pada suaminya , namun Paman Do berpura-pura tidak tahu menahu masalah ini.
***
Sang manajer mengingatkan bahwa jika nanti Yiryeong lolos audisi dan mendapatkan peran , maka Yiryoeng tidak perlu kembali ke Korea , dan bisa mengasah kemampuan aktingnya di Amerika Serikat.
Dan ketika Yiryeong menuju toilet pesawat , dia terperanjat melihat Gongshil juga berada dipesawat yang sama.
“Loh kenapa kamu ada disini ? Apakah kamu juga akan ke Amerika Serikat bersama Joongwon ?” tanya Yiryeong.
“Tidak , aku sedang mengurus masalah pribadiku saja. Dan aku dengar dari berita bahwa kamu juga pergi ke Amerika Serikat untuk keperluan film ?”
“Yah , aku pergi untuk audisi. Apakah kamu pergi bersama dengan pria itu (Chunhee) ? ”
“Iya.” jawab Gongshil.
“Disana tempatku . Jadi kalau kamu sedang bosan kamu bisa mencariku ,” kata Yiryeong lagi.
***
Kangwoo menemui Joongwon , dan melaporkan : ” Aku telah memesan penerbangan yang akan berangkat dua jam lagi.”
“Apa tidak ada yang lebih awal lagi ?” tanya Joongwon.
“Apakah kamu membiarkan Gongshil pergi tanpa melakukan apapun ?” tanya Kangwoo balik.
“Gongshil berkata bahwa jika sudah membereskan masalah Heejoo , maka dia akan pergi,” jawab Joongwon.
“Jadi kamu sama sekali tidak mencegahnya dan membiarkan dia pergi ?”
“Aku tidak mengirim dia pergi,”
Sekretaris Kim mengingatkan Joongwon akan percuma saja dengan selisih dua jam dinegara asing , dan mungkin saja akan kehilangan jejak.
Tanpa diduga , Kangwoo mengaku punya alat pelacak yang bisa mendeteksi Gongshil sedang berada dimana dan berkata : “Aku telah menyelipkan alat pelacak di tas Gongshil , dia tidak akan tahu , jadi bawalah dia kembali.”
Joongwon merasa berterimakasih dan berjanji akan menaikkan gaji Kangwoo jika kembali berkerja di Kingdom.
Kemudian Kangwoo mendapat panggilan telepon . Yiryeong bertanya : ” Apakah kamu tahu Gongshil akan pergi ke Amerika Serikat ? ”
“Tahu darimana kamu ?” tanya Kangwoo.
“Gongshil satu pesawat denganku , dan dia mengatakan padaku akan pergi ke Amerika Serikat dengan seorang pria,”
Giliran Joongwon yang berbicara di telepon , dan meminta Yiryeong untuk berakting.

Di pesawat , Yiryeong segera berakting dan pura-pura mengaduh kesakitan di lorong pesawat. Gongshil menghampiri dan menanyakan Yiryeong sakit dimana , sementara Chunhee tertawa melihat akting Yiryeong.
Yiryeong kemudian menempel seperti lintah saja . Gongshil yang polos pun tertipu oleh akting Yiryeong ini. Mereka pun dibawa keluar pesawat  dan dimasukkan ke ambulans.

Joongwon melihat hal itu dengan senangnya dan memeluk Sekretaris Kim seperti ayahnya saja.
***
Saat dirumah sakit , Gongshil mulai curiga karena Yiryeong terlihat sehat.  Yiryeong mengakui kalau dirinya hanya berakting saja.
“Jadi kamu sengaja berakting agar aku tidak berada dalam pesawat ?”
“Aku sebenarnya memang tidak begitu berniat untuk audisi di Amerika Serikat, tetapi Joongwon yang memintaku untuk berakting didepanmu.”

“Joongwon ?”
“Iyah , aku pun sebenarnya tidak suka hubunganmu dengan Joongwon berlangsung baik , itu membuatku sakit hati.”
“Jadi kenapa kau lakukan itu ? ” tanya Gongshil.
“Karena jika kamu aman dan bahagia , maka Kangwoo tidak perlu melindungimu lagi , dengan demikian akupun terbantu.”
“Kamu salah paham rupanya , aku malah meninggalkan Joongwon agar bisa aman dan bahagia.”
“Kamu mengatakan hal itu agar tidak terlihat buruk didepanku , tetapi bukan itu yang terlihat , tetapi seperti mengatakan “aku cinta padamu , dan aku meninggalkanmu sekarang” seperti Candy,” kata Yiryeong.
“Candy?”
Ya , dan kamu pura-pura tidak bisa menang , dan membiarkan dikejar.”
Pada saat itu Gongshil mengatakan melihat hantu , dan hantu itu mengaku sebagai fans Yiryeong. Mendengar hal itu Yiryeong jadi ketakutan.

Diluar , Gongshil kembali bertemu dengan Hantu Anak Woojin . Kasus ini rupanya belum selesai juga. Hantu Anak itu membawa Gongshil menuju sebuah ruang dimana ibu anak itu masih berduka dan memegang selebaran anaknya yang hilang.
Gongshil pun jadi teringat bagaimana Joongwon hampir mati saat menyelamatkan dia saat menangani kasus ini. Karenanya Gongshil hendak meninggalkan Hantu Anak itu .
Hantu Anak terus mengikuti sehingga Gongshil menjelaskan jika melihat anak itu sama saja dengan teringat sesuatu yang tidang ingin diingat.
***
Dirumah sakit , Joongwon menemui Chunhee  , dan Chunhee pun menjelaskan bahwa dia telah mendampingi saat Gongshil menjadi hantu karena koma dan mati suri.
“Jika dia pergi kesuatu tempat bersamamu , akankah dia dapat mengetahui alasannya ?
“Akupun tidak tahu , kami harus pergi dahulu untuk mencari tahu,” jawab Chunhee.
“Jika belum pasti kenapa kau membawanya pergi jauh ?” tanya Joongwon.

“Itu bukan masalah penting , pada saat Gongshil menghadapi masalah sampai sekarang dia hanya bersembunyi atau menghindar , dan itu sangatlah menyiksa, dan ketika kamu muncul , kamu memberikan kenyamanan untuknya , tetapi sekarang Gongshil berpikir untuk menjauh darimu , karena itu aku datang menemui Gongshil.”
“Apa hanya itu yang kamu bisa lakukan untuk Gongshil ?
“Memori Gongshil selama tiga tahun ketika mengembara sebagai arwah , aku ingin membantunya untuk mendapatkan kembali, karena itulah saat Gongshil mulai melihat hantu . Jika dia mendapatkan memori itu kembali , Gongshil akan berubah .”
“Berubah bagaimana ?”
“Dia tidak akan takut lagi , atau malah kehilangan kemampuannya.”
“Jadi maksudnya Gongshil tidak bisa lagi melihat hantu ?”
“Entah dia akan menerima kemampuannya atau kehilangan , dia tidak membutuhkanmu lagi sebagai tempat berlindung.”
“Apakah Gongshil tahu tentang hal itu ?”
“Iya , karena itu dia pergi denganku .”
***
Sekretaris Kim menemui Gongshil dan bertanya kenapa menghilang seperti itu tanpa satu katapun ,”Apakah kamu pergi untuk menghindar dari Joongwon ?
“Aku tidak melarikan diri , aku pergi untuk mencari sesuatu .”
“Apa itu ?”
“Alasanku adalah untuk mencari penyebab kenapa aku bisa melihat hantu. Mungkin kamu berpikir aku pergi seperti alasan Yiryeong pergi , tetapi aku benar-benar berpikir untuk diriku sendiri . ”
***
Joongwon dan Gongshil bertemu di rumah sakit. Gongshil bertanya kenapa Joongwon menahan kepergiannya padahal Gongshil pergi demi Joongwon juga.
“Kenapa kamu bertingkah seperti Candy , apakah kamu pikir aku akan mengejarmu dan memelukmu dari belakang ?
“Aku pikir jika aku mengatakan kepergianku demi kamu , kamu akan memahami dan berkurang kemarahanmu .”
“Aku menyukai Gongshil seperti matahari  , jika kamu terus merubah wajah seperti bulan, ini akan sangat membingungkan dan aku tidak menyukai hal itu.”
“Baik jika begitu kukatakan bahwa aku pergi demi diriku sendiri. Aku merasa nyaman pada saat awal bertemu denganmu dan bergantung padamu , tetapi ketika aku mulai peduli padamu , aku mulai benci ketakutanku terhadap hantu , bahkan ketika kamu merendahkan dirimu sendiri (agar sepadan) , aku merasa patetik.”
Joongwon menegaskan bahwa Gongshil bisa kembali padanya , tetapi Gongshil tidak bisa berjanji , terlebih jika kelak tidak bisa merubah keadaan , maka Gongshil tidak akan kembali .
Gongshil bersikeras pergi seperti rencana semula . Joongwon mengancam akan menahan Gongshil jika mencoba meninggalkan kota ini. Joongwon rupanya tidak akan membiarkan Gongshil pergi semudah itu.
Joongwon kembali ke ruang kantornya dan merenungkan apa yang telah dikatakan kepada Gongshil , dimana terkadang Joongwon merasa puas telah mengungkapkan isi hatinya , tetapi disisi lain Joongwon merasa berbuat kesalahan dalam menangani situasi seperti saat berurusan dengan Madam Go.
***
Paman Do bercerita pada istrinya , Bibi Joo , bahwa Hanna sudah ditangkap sebagai pelaku dalam penculikan beberapa tahun yang lalu , dan Gongshil memberikan kontribusi besar dalam kasus Hanna ini.
Bibi Joo pun mencoba menemui Joongwon untuk memeriksa keadaannya. Joongwon malah meminta bibi Joo untuk bicara lain kali karena merasa sedang mengalami masa sulit.
Paman Do menawarkan bantuan untuk menangani masalah perusahaan , tetapi Joongwon menegaskan bahwa dirinya memiliki kapasitas otak untuk menghadapi beberapa masalah sekaligus , dan meminta Bibi Joo dan Paman Do untuk pergi.
Paman Do pun kembali ke ruang kantornya bersama Bibi Joo. Pam Do mengatakan pada istrinya bahwa yang dibutuhkan Joongwon sekarang ini adalah Bangshil (Gongshil) . Paman Do mengatakan pula telah mendapatkan laporan dari Jinju mengenai bagaimana Joongwon berhasil mencegah kepergian Gongshil.
***
Satpam Hanjoo mengatakan pada Gongri dan Gongshil bahwa telah mendengar apa yang terjadi di bandara dari Sekretaris Jinju .
Gongri menganjurkan agar Gongshil menerima Joongwon , lagipula Joongwon sudah mengetahui masalah Gongshil dengan hantu dan tetap ingin bersama Gongshil.

***
Kangwoo mendatangi Yiryeong dirumah sakit dengan membawa soju. Yiryeong terlihat sedang tidur sehingga Kangwoo masuk dan menutup pintu. Kangwoo berdiri menatap Yiryeong sambil merenung kenapa Yiryeong melepaskan kesempatan untuk audisi di Amerika Serikat.
Yiryeong terbangun dan langsung mencium Kangwoo , bagaikan serangan gerilya , Yiryeong kembali menyembunyikan diri dibalik selimut.


Kangwoo tersenyum dan berkata : “Apakah ini ? Apakah kamu sedang menterorku ?Ini mendadak sekali tetapi aku sudah mempersiapkan diri untuk serangan singkat ini , jadi aku tidak marah . Tetapi apakah kamu tidak masalah hanya segini saja ?
“Jadi kamu tidak marah dengan sesuatu yang lebih bergairah lagi ?” Yiryeong penasaran.
Yiryeong bersiap untuk mencium dengan lebih dashyat lagi , tetapi Kangwoo mengingatkan ada banyak reporter diluar . Kangwoo pun pergi dan Yiryeong menyesal hanya sempat mencium begitu saja.
***
Ketika Gongshil pulang , Joongwon sudah menunggunya.
Joongwon mengatakan bahwa selama ini mereka berdua terlalu dirasuki pikiran tentang bagaimana mereka akan mengakhiri hubungan .
“Kita berdua tidak pernah makan diluar bersama , atau bergandengan tangan tanpa kehadiran hantu sebagai alasan.”
Joongwon menyodorkan tangannya dan mendesak Gongshil untuk menyentuhnya , karena inilah yang Joongwon inginkan , bukan yang Gongshil butuhkan.

Gongshil pun menyentuh tangan Joongwon dan berkata : “Jika sebelumnya karena hantu , kali ini aku merasa seperti pertama kali menyentuh tanganmu.”
“Tuh khan ?”
“Karena aku telah memegang tanganmu , bagaimana kalau kita makan bersama , aku akan berganti pakaian dan pergi denganmu.”
Mereka pun pergi menyantap hidangan udon di tempat favorit Gongshil.
“Restoran  ini yang terbaik , aku suka udon dan memakannya lima kali dalam seminggu.” kata Gongshil.
“Ini pertama kali aku tahu kalau kau menyukai udon.”
“Apakah kamu suka udon juga ?” tanya Gongshil.
“Aku lebih suka mie biasa yang tipis ,tetapi bukan berarti aku suka mie . Aku hanya menyukai sebuah restoran yang sering aku kunjungi , tetapi pemiliknya , seorang nenek telah meninggal sehingga rasanya berubah dan akupun berhenti menyantap mie. ” jawab Joongwon
“Sayang sekali , jika aku tahu lebih awal , aku bisa menanyakan kepada hantu nenek itu mengenai resepnya.”
“Jika kamu pergi , kesempatanku untuk makan mie akan hilang,” kata Joongwon.
“Dimana restorannya , antar aku kesana sebelum aku pergi  ,” pinta Gongshil.
“Kamu mencampakkanku dan pergi , jadi jangan bertingkah seolah kamu memikirkanku . Lekas makan sebelum mie itu mengembang.”

Setelah itu mereka berjalan sambil bergandengan tangan , sambil membicarakan hal-hal favorite masing-masing . Joongwon mengambil kesempatan untuk menekankan betapa tidak adilnya kalau ini berakhir begitu saja. Suasana berubah menjadi muram .
***
Sekretaris Kim mengatakan pada Kangwoo bahwa Gongshil akan pergi untuk dirinya sendiri sehingga Joongwon tidak bisa mencegah kepergiannya.
“Aku pikir apa yang tidak bisa aku lakukan untuk Gongshil , dapat dilakukan oleh Joongwon , jadi aku melangkah mundur sambil berdiri dan mengamati ,” kata Kangwoo.
“Joongwon bukan tipe orang yang menerima begitu saja keputusan orang lain , apakah Joongwon akan menerima itu , aku tidak tahu ,” kata Sekretaris Kim.
***
Gongri sedang minum saat bekerja , dan marah kepada Hanjoo yang telah memanfaatkannya untuk mendapatkan informasi.
Pada saat itu Hanjoo muncul dan mengambil gelas minuman Gongri , kemudian mencium bibir Gongri. Hanjoo menawarkan untuk menjelaskan sambil melanjutkan minum.
***
Di mobil , Joongwon mengungkapkan betapa dirinya menyukai atap bangunan dimana Gongshil tinggal karena merupakan tempat yang nyaman untuk minum bir.
“Aku ingin mengisi kulkasmu dengan bir dan minum setiap hari , berapa banyak yang harus kubeli ?”
“Untuk saat ini enam botol saja,”kata Gongshil.
“Baiklah , aku akan pergi dan membelinya.”
Joongwon pergi dan Gongshil menunggu di mobil. Pada saat itu Hantu Anak kembali muncul dan memohon agar Gongshil membantu ibu dari anak itu. Gongshil terus menolak permintaan itu , tetapi saat Joongwon kembali , Gongshil sudah tidak ada .
Joongwon penasaran dan terus menelepon Gongshil , sementara Gongshil sendiri di taksi  bersama Hantu Anak dan tidak mengangkat ponselnya.
Joongwon teringat alat pelacak milik Kangwoo , dan mengambil alat itu untuk mencari lokasi dimana Gongshil berada , kemudian bergegas menyusul.
Gongshil sendiri berhenti disebuah jembatan dan melihat ibu dari Hantu Anak itu siap untuk melompat agar bisa menyusul anaknya di alam kematian.
Disaat yang tepat , Gongshil berhasil mencegah ibu itu untuk berbuat bodoh. Joongwon ketika itu sedang berlari ketika Gongshil sedang mencoba menenangkan ibu dari Hantu Anak.
Joongwon bersama Gongshil ke rumah sakit , dan ibu dari Hantu Anak itu sudah dirawat.  Gongshil memberitahu Joongwon bahwa Hantu Anak ada diruangan.
Joongwon mengatakan bahwa Gongshil tidak bertanggungjawab untuk kehidupan ibu itu , dan Gongshil juga mengatakan bahwa itulah yang membuatnya selalu bimbang karena melihat hantu. Gongshil pun menangis.

Mereka pun duduk sambil memegang tangan. Joongwon bertanya : “Apakah perjalananmu ini dapat menghilangkan kemampuanmu dalam melihat hantu ?”
“Aku tidak yakin , tetapi paling tidak bisa tahu bagaimana aku mendapatkan kemampuan seperti ini.”
Joongwon kini mengerti , dan berkata :”Baiklah , ini sudah berakhir, kita sudah makan bersama dan bergandengan tangan yang membuat hubungan kita lebih ringan dan mudah untuk dilupakan. Aku akan melupakanmu.”
“Kamu bisa menyumpahiku jika kau mau ,” Gongshil menawarkan.
“Tidak ada alasan untuk menyumpahimu.”
Joongwon pun pergi , dan Gongshil terisak . Pada jarak tertentu , Joongwon sempat berhenti dan berkata pada dirinya sendiri : “Sampai akhirpun , dia tidak mengucapkan cinta padaku.”
Joongwon menangis dan berusaha menghapus air matanya dan terus berjalan.
***
Joongwon terbangun dipagi hari dan berkata : “Sudah 375 hari atau satu tahun sejak Gongshil menghilang dan aku belum hancur.”
Joongwon pun bersiap diri untuk berangkat sambil memilih pakaian yang pas.  Joongwon menghadiri rapat dengan tema mengalahkan rival Giant Mall dan juga perjalanan bisnisnya ke Shanghai. Dalam rapat ini Joongwon menegaskan bahwa sebelum pergi ke Shanghai , Joongwon ingin keuntungan Kingdom Mall harus lebih baik dari Giant.
Bibi Joo pun memberitahu suaminya , Paman Do , bahwa jika Joongwon jadi berangkat ke Shanghai tahun depan , maka Paman Do akan menduduki posisi Joongwon. Paman Do tentu saja senang mendengar hal ini.
“Sebelum Joongwon pergi ke Shanghai , aku ingin Joongwon menikah , belakangan ini saat meeting dengan Saejin , dia juga sering bertemu Presiden Park khan ?” kata Bibi Joo.
“Mereka membahas masalah uang dengan penuh gairah , dan bukan perasaan,” kata Paman Do.
Bibi Joo juga meminta suaminya ini agar membantu hubungan mereka sehingga dapat melanjutkan acara setelah meeting , tetapi Paman Do merasa bahwa Joongwon sedang menantikan seseorang .
Bibi Joo tampak marah mendengar perkataan suaminya ini.
***
Joongwon kembali mengunjungi lokasi dimana diperkirakan Hantu Sampah berada. Joongwon meminta petunjuk apakah dia harus menunggu Gongshil untuk kembali . Hantu Sampah pun memberikan petunjuk sehingga Joongwon berterimakasih .

***
Sekretaris Kim memeriksa jadwal meeting hari ini , kemudian terbatuk dan meminta maaf pada Jinju karena kesalahan jadwal untuk Joongwon.
***
Joongwon tiba di sebuah tempat yang direncanakan untuk meeting dan menyadari telah datang terlalu awal. Joongwon merasa aneh kenapa Sekretaris Kim bisa membuat kesalahan seperti ini . Joongwon pun menelepon Sekretaris Kim untuk mencari tahu duduk perkara , dan juga menanyakan apa Sekretaris Kim sehat-sehat saja ?
Saat itu Gongshil duduk tak jauh dari situ sambil menuangkan anggur. Joongwon masih mengatakan pada Sekretaris Kim agar memperhatikan kesehatannya.
Pada saat itu seorang pria menghampiri Gongshil dan berkata : “Aku sudah mengamati sedari tadi , bisakah aku bergabung denganmu ?”
“Tidak , aku sedang menunggu orang lain.” sahut Gongshil.
Pria itu terus bertanya : “Tetapi aku melihatmu sendirian sepanjang waktu ?”
Gongshil pun memanggil waiter untuk berpindah tempat.
Gongshil pindah ke atap .
Seorang pria datang menghampiri Gongshil dan berkata : “Nona , kamu bersedia minum bersamaku ?”
“Tidak , silahkan pergi.”
“Kamu sangat mirip dengan seseorang yang kukenal .”
“Aku bilang tidak , terimakasih.”

“Akankah kamu melihatku ?” tanya pria itu.
“Aku sedang menunggu seseorang ” jawab Gongshil.
“Siapa ? Hantu?”
Gongshil terkejut dan langsung melihat ke arah pria itu .
“Ternyata aku benar , kamu ini Gongshil , gadis sialan yang telah menyihirku dan pergi.”

SINOPSIS LENGKAP

[Episode 1 ] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17]

Stars

Profile

0 comments:

Post a Comment