Tuesday, 25 June 2013

Gu Family Book - Episode 24 (Tamat)

Standard


(Sebelumnya Kangchi memang menemui Jendral Lee. Menurut Kangchi sudah waktunya mengambil tindakan tegas pada Pensiunan Gwan . Jendral Lee mengatakan bahwa ia mempercayai Kang-chi tetapi sebagai imbalannya Kangchi harus berjanji untuk tidak membunuh siapapun atas nama dendam. Kangchi setuju.)

***
Setelah menyelamatkan Yeowol , Kangchi meminta Yeowool untuk beristirahat. Akan tetapi Yeowool keberatan karena ingin melihat akhir dari Pensiunan Gwan.
Kini pada saat Jendral Lee bersama Kangchi dkk menghadapi ancaman dari Pensiunan Gwan dan pihak Jepang , Pengawal Seo mulai menembakkan senjata apinya kearah mereka. Tragis bahwa Yeowool yang terkena sasaran.


Semua orang diam membeku, dan Pensiunan Gwan berkerut dahinya melihat tembakan mengarah kepada sasaran yang salah.
Yeowool tersungkur dalam pelukan Kangchi. Air mata jatuh, dan kemudian Yeowool menutup matanya.
Mata Kangchi berbinar hijau pertanda kemarahan yang luar biasa. Kangchi menghampiri Pengawal Seo tanpa peduli bahwa Seo sedang meraba-raba untuk mengisi kembali senjatanya. Seo tidak cukup cepat , dan Kangchi merampas senjata api itu kemudian mulai memukuli Pengawal Seo.

Kangchi lupa pada janjinya kepada Jendral Lee dan sepertinya bersiap menghabisi Pengawal Seo.  Semua orang ngeri dengan Kangchi yang mendadak brutal termasuk Pensiunan Gwan. Jendral Lee memanggil Kangchi sambil mengingatkan janji yang dibuat sebelumnya.
Kangchi tidak peduli karena sudah gelap mata. Hanya suara lirih Yeowool yang sanggup mengetuk kesadaran Kangchi.
Yeowool ternyata belum mati tetapi dalam kondisi lemah diantara Taeseo dan Gon yang ikut cemas. Kangchi pun kembali normal dan menghampiri Yeowool. Gon merasa sudah saatnya membawa Yeowool kembali kerumah karena kritis.

Pensiunan Gwan yang sudah diambang kehancuran tidak ada pilihan lain selain memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi Kangchi dkk.
Jendral Lee sudah muak terhadap Pensiunan Gwan , dan mengatakan bahwa dia tidak akan mentoleransi lagi  kejahatan, dan Jendral Lee memanggil pasukannya yang bermunculan dari segala arah.
Jendral Lee memberikan perintah untuk menangkap Pensiunan Gwan sebagai pengkhianat, menjual rahasia negara, dan mencoba untuk membunuhnya.
Para utusan Jepang gentar melihat keadaan ini dan  pergi dengan tergesa, dan hanya tersisa Pensiunan Gwan dkk untuk membela diri. Disaat genting ini seorang anak buah melemparkan bom asap sehingga Pensiunan Gwan berhasil meloloskan diri.
***
Madam Chun dan Chungjo mendengar kabar bahwa Yeowool sedang sekarat di ranjang kematiannya. Polisi Dam mendampingi anaknya dan Guru Gongdal memberikan kesimpulan bahwa usia Yeowool tidak lama lagi.
Polisi Dam jadi terkenang masa kecil anaknya. Ketika itu Yeowool cilik meminta meminta ayahnya untuk mengajarinya ilmu pedang . Polisi Dam heran apa alasan putri ciliknya belajar pedang. Yeowool cilik mengatakan bahwa seseorang terluka karena dia, dan semua yang dia bisa lakukan adalah berdiri dan menangis.
(Rantai sebab akibat terjadi disini. Polisi Dam membunuh Wolryung. Kangchi cilik menyelamatkan Yeowool cilik. Yeowool cilik belajar pedang karena Kangchi cilik terluka. Dan kini Yeowool diambang maut)
***
Kangchi berada di rumah Sojung, dan meminta beberapa cara untuk menyelamatkan Yeowol. Sojung mendesah bahwa hal itu terjadi saat Yeowool tidak menghindari takdir sehingga harus menerima resikonya.
Kangchi bersikeras pasti ada yang Sojung bisa lakukan. Tapi Sojung mengatakan bahwa demikianlah cara takdir bekerja, dan semua yang bisa dilakukan adalah menerimanya. Sojung mengatakan bahwa hal yang terbaik yang bisa di lakukan adalah berada disisi Yeowol sampai akhir.

Kangchi pun kembali kembali ke Markas Perguruan Dam dan menatap kearah kamar Yeowool dengan gamang. Tak lama Kangchi menyadari bahwa Polisi Dam dan Gon sedang memburu Pensiunan Gwan.
***
Pensiunan Gwan sedang menjelang akhir yang menyedihkan. Pensiunan Gwan untuk pertama kalinya kehilangan akal dan meminta pada salah satu anak buahnya agar mencari petunjuk pada Pengawal Seo. (Tetapi bukankah Pengawal Seo sudah babak belur dan mungkin sudah diangkut oleh pasukan Jendral Lee?)
Tidak butuh waktu lama bagi Polisi Dam untuk melacak lokasi Pensiunan Gwan berada , dan perkelahian pun meletus. Ketika Pensiunan Gwan menyadari bahwa anak buahnya tinggal segelintir yang tersisa , dia memutuskan untuk menyelinap pergi. Sayang sekali Kangchi muncul dihadapannya.
Pensiunan Gwan memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Kangchi, dan Kangchi memperingatkan bahwa siapapun yang masih sayang untuk mati lebih baik menjatuhkan pedang dan pergi dari sini. Anak buah Pensiunan Gwan memilih hidup dan pergi begitu saja.
Merasa menghadapi jalan buntu , Pensiunan Gwan nekat mengambil pedang dan berbual mengancam akan membunuh Kangchi.

Kangchi menghampiri Pensiunan Gwan secepat kilat dan menebas tangan Pensiunan Gwan . Pedang terjatuh dan Pensiunan Gwan hanya bisa meringis kesakitan menyadari tangannya terpotong.
Kangchi menghampirinya : “Apakah sakit? Tetapi rasanya ini tidak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit yang kau sebabkan pada banyak orang. ”
***
Kejayaan Wolsan pun ikut jatuh di rumah gisaeng seiring kejatuhan Pensiunan Gwan. Chungjo semakin diatas angin dan menyindir Wolsan apakah sudah mendengar kabar mengenai Lord Bijo (Pensiunan Gwan). Wolsan mati gaya dan hanya dapat membiarkan Chungjo berlalu.
***
Yeowool sudah siuman dan menyadari Kangchi sedang memegang tangannya.  Yeowool mencoba duduk dan bertanya tentang ayahanya karena menyesal . Kang-chi memegang dan mengatakan agar Yeowool lekas sembuh.
Yeowool menyadari bahwa waktunya tinggal sedikit dan memohon agar Kangchi mengabulkan tiga permintaan Yeowool
***
Hari berganti malam ketika semua berkumpul untuk makan dengan dekorasi cahaya lilin. Kangchi memberitahu Polisi Dam bahwa keinginan pertama Yeowol adalah untuk makan bersama dengan semua orang. Semua orang tampak ceria dan hanya Polisi Dam saja yang hanya berusaha keliatan tenang walau tahu putrinya bakal mati .

Mereka terus tertawa dan bernostalgia. Yeowool cilik ternyata jauh lebih tinggi dari Gon . Gon dengan malu mengakui bahwa dia berhasil melampaui tinggi Yeowool setelah usia 11 tahun. Yeowool menggoda Gon yang suka pilih-pilih saat makan. Bibi Guru penasaran apa yang tidak disukai Gon ? Yeowool celetuk bahwa Gon tidak suka wortel.  Gon sepertinya harus rela jadi objek ledekan dan semuanya tertawa.
Disaat ceria itu Yeowol mulai berjuang melawan rasa sakit.  Polisi Dam dan Kangchi menyadari hal itu. Tak lama Yeowool semakin kepayahan dan melepas sumpitnya. Semua kini menyadari kondisi Yeowool.
Polisi Dam akhirnya mengatakan bahwa Yeowool harus pergi beristirahat sekarang. Yeowool mulai menangis saat mengatakan : “Maafkan aku, Ayah. Maafkan aku, Ayah ” dan  sang ayah mengatakan dengan air mata mengalir di wajahnya:”.. Kamu adalah kebahagiaan terbesar ayah, Yeo-wol-ah ”
Setelah Polisi Dam menangis, maka semua orang juga mulai menangis. Polisi Dam meminta Kangchi untuk merawatnya. Setelah sekian lama Polisi Dam akhirnya merestui hubungan Yeowool dan Kangchi. (Sudah terlambat pak).
***
Kangchi membawa Yeowool menyusuri lorong, dan Yeowool mengajukan permintaan kedua , yakni pergi berjalan-jalan dengan dia. Kangchi membawanya ke sungai di mana mereka duduk untuk sementara waktu, dan Kangchi bertanya apa yang Yewoool paling penasaran darinya.

Yeowool bertanya : “Mengapa kamu takut laba-laba?”
Kang-chi: “Karena mereka memiliki terlalu banyak kaki.”
Kangchi bertanya apakah Yeowool masih ingat apa yang dia katakan ketika masa kecil dulu untuk menjadikan  Yeowool cilik sebagai istrinya. “Jika aku bertanya hal yang sama sekarang, apa yang akan kau katakan?”
Yeowool bertanya-tanya sejak kapan Kangchi teringat hal itu dan mengapa dia tidak mengatakan apa-apa tentang hal itu sampai sekarang.
Kangchi mengatakan bahwa dia tahu sejak mengingat nama Yeowool . Dia bertanya lagi:
Kang-chi: Maukah kau menikah denganku?
Yeo-wol: Meskipun aku tidak bisa memasak?
Kang-chi: Maukah kau menikah denganku?
Yeo-wol: Dan cara saya menjahit sungguh mengerikan?
Kang-chi: Maukah kau menikah denganku?
Kangchi mulai menangis, dan Yeowool mulai menyeka air mata Kangchi . “Jangan menangis, Kang-chi-ya. Aku tidak ingin menjadi kenangan menyedihkan bagimu. Aku ingin menjadi orang yang bahagia. Aku ingin menjadi tawa bagimu, bukan air mata. Bila kamu  mengingatku, aku ingin kamu untuk menjadi bahagia. Itu adalah keinginan saya yang ketiga. ”
Kangchi mengambil tangan Yewool dan berjanji: “Mari kita bertemu lagi. Mari kita bertemu lagi. Aku akan menunggumu. ” Yeowool mengangguk.
Kangchi: “Aku mencintaimu.”
Yeowool: “Aku mencintaimu.”

Ketika mereka mencium terakhir kali, cahaya biru datang di sekitar mereka. Kangchi berpikir dalam hati : “Ketika kita bertemu lagi, aku akan mengenalimu  terlebih dahulu. Ketika kita bertemu lagi, aku akan mencintaimu lebih dulu. ”
(Dalam konsep reinkarnasi , Yeowool akan terlahir kembali entah dimana atau kapan. Dan Kangchi sebagai manusia abadi tentu akan bertemu kembali suatu saat nanti.)
Dan kemudian tangan Yeowool menjadi lunglai . Kangchi memanggil namanya tetapi tidak ada jawaban.
(Mengheningkan cipta dimulai)
***
Waktu seakan berhenti bagi  semua orang karena mereka sedang berkabung atas kematian Yeowol. Sementara itu Kangchi sedang duduk di kamar Yeowool , menatap bunga yang pernah diberikannya pada Yeowool yang sekarang mulai layu,

Taeseo menemukan Kangchi disana, masih duduk kaku dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kangchi bertanya apakah Taeseo berpikir bahwa Yeowol mungkin masih hidup dan bahagia jika bukan karena Kangchi ?
Taeseo mengatakan bahwa jika ia harus memilih antara hidup seratus tahun atau hanya tinggal seratus hari, tetapi dengan orang ia mencintai, ia akan memilih seratus hari.
Kemudian Taeseo membimbing Kangchi untuk keluar, dan saat itulah Kangchi sudah menyiapkan tas untuk pergi. Setiap orang berada di luar untuk mengucapkan selamat tinggal, dan Kangchi membungkuk kepada Polisi Dam mengucapkan terima kasih untuk semuanya.
Polisi Dam bertanya apakah Kangchi akan menemukan Buku Keluarga Gu , tapi Kangchi mengatakan tidak. Kangchi bertekad akan menghabiskan lebih banyak waktu hidup yang abadi , sambil menunggu kembali bertemu dengan gadis  yang dicintai.
Guru Gongdal juga membekali Kangchi dengan obat-obatan dan juga menyerahkan cincin sebagai tanda bahwa Kangchi telah menjadi muridnya.
Pelayan Choi juga ikut melepas kepergian anak angkatnya dengan pelukan selamat tinggal, dan kemudian Polisi Dam memberikan pedang Yeowol , dan mengatakan kepada Kangchi agar menjaganya dengan baik.

Kangchi memberi hormat untuk yang terakhir kalinya dan pergi.

Disaat yang sama , cahaya biru memasuki kamar Yeowool membuat bunga pemberian Kangchi itu kembali mekar.

***
Kini sudah abad modern ketika hampir 500 tahun berlalu. Dalam apartemen modern dan mewah terlihat peninggalan tua . Terlihat disana pedang milik Gon, guci obat milik Guru Gongdal dan tentunya pedang milik Yeowol dengan bunga ungunya. Jubah sederhana tempo dulu Kangchi juga masih tersimpan rapih dalam lemari baju.
Terlihat seorang pria dari belakang saat ia mandi dan berpakaian.  Saat ia membalik-balik majalah kita bisa melihat bahwa Guru Gongdal telah bereinkarnasi sebagai seorang dokter pengobatan tradisional , dan kemudian ia mendapat telepon dari Yoo Yeon-seok (yang merupakan nama asli aktor yang memerankan Taeseo). Yeonseok berteriak pada temannya untuk bergegas datang dan sampai ke pesta.
Kangchi melihat ke luar jendela dan melihat bulan sabit diatas panorama kota Seoul modern. Kangchi merenung dalam hati : “Ini adalah bulan sabit yang ke 5221 dimana aku kembali sendirian.”

Wajah Kangchi akhirnya terlihat jelas ketika kepala pelayannya memanggil majikannya. Ternyata dia adalah Pelayan Choi . Saat Kangchi turunpun ada Ok Man yang melayaninya. Yang mirip Ok Man menggerutu setelah Kangchi berlalu karena nama sebenarnya adalah Ki Bang.
Saat Kangchi mengemudi melalui kawasan kota , disana dia tersenyum melihat patung Jendral Lee yang dianggap sebagai pahlawan besar Korea. Kang-chi berpikir: “Dunia berubah begitu cepat, dan cara orang hidup telah berubah begitu drastis.”
Pada sebuah persimpangan, seorang wanita berjalan melewati mobilnya yang sekilas mirip dengan Yeowool. Kangchi tidak sempat memperhatikan wanita itu karena ada seorang wanita lain yang menangis dalam pendengarannya yang peka.
Kangchi berusaha hendak pura-pura tidak mendengarnya, tapi akhirnya  tidak bisa mengabaikannya. Wanita yang  berteriak itu ternyata Bibi Guru Yeowol itu, reinkarnasi, dan saat ini wanita itu sedang menghadapi gangster pimpinan Bongchool yang sedang menagih hutang.

Kangchi muncul disaat yang tepat dan melihat gembira ada orang-orang mirip Bongchool dan Bibi Guru . Kangchi menyindir :”Apakah kamu masih memalak urang dari orang-orang di sini?” Ha.
Orang mirip Bongchool itu tentu saja bingung . Kangchi menghitung sampai tiga dan mengedipkan mata hijau padanya agar Bongchool  lekas pergi. Atau………Bongchool dkk lumpuh seketika.

Pada saat itu satu suara akrab memanggil dibelakang dan menyuruh : “Diam ditempat dan angkat tanganmu !!”
Orang mirip Bongchool patuh dan mengangkat tangan .Sedangkan  Kangchi terpaksa mengangkat tangan sambil menggerutu dan  mengatakan itu semua salah paham.
Tetapi ketika Kangchi melihat siapa yang berteriak dan memegang pistol , Kangchi segera terbeku dan akhirnya mengatakan, “Yeo-wol-ah …”

Wanita itu melihat ke arahnya dengan pandangan bingung: “Bagaimana kamu tahu namaku?”
Kangchi berpikir dalam hati : “Ketika kita bertemu lagi, aku akan mengenalimu  terlebih dahulu. Ketika kita bertemu lagi, aku akan mencintaimu lebih dulu. ”
Pertemuan antara Kangchi versi modern dengan Yeowool versi modern ini juga ditandai dengan tanda alam yang sama dimana sebuah bulan sabit berada diatas pohon.

Apakah ramalan Rahib Sojung berlaku kembali ? Salah satu dari mereka akan mati ?
***
Bel pintu berdering dan Kangchi terkejut menemukan orang mirip Gon di pintu. Pria itu menunjukkan kartu identitasnya sebagai Bang Sungjoon . Disamping Sungjoon ada orang yang mirip dengan Jendral Lee.

SINOPSIS LENGKAP

[Episode 1 ] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17] [18][19] [20][21] [22] [23] [24]

PEMERAN

  • Lee Seung-Gi (이승기) – as Choi Kangchi
  • Bae Suzy (배수지) – as Dam Yeowool
  • Lee Sung-Jae (이성재) – as Jo Gwan-Woong
  • Jo Sung-Ha (조성하) – as Dam Pyungjoon
  • Yoo Yun-Suk (유연석) – as Park Taeseo
  • Lee Yoo-Bi (이유비) – as Park Chungjo
  • Sung Joon (성준) – as Gon
  • Choi Jin-Hyuk (최진혁) – as Gu Wolryung / Ayah Kangchi
  • Yoon Se-Ah (윤세아) – as Ja Hongmyung / Yoon Seohwa versi tua / Ibu Kangchi
  • Lee Yeon-Hee (이연희) – as Yoon Seohwa versi muda
  • ==============================
  • Yoo Dong-Geun (유동근) – as Admiral Lee Soonshin
  • Jo Jae-Yoon (조재윤) – as Ma Bongchool
  • Kim Hee-Won (김희원) – as Rahib Sojung
  • Uhm Hyo-Sup (엄효섭) – as Park Moosol (Ayah dari Taeseo and Chungjo , Ayah Angkat Kangchi)
  • Son Ga-Young (손가영) – as Wolsun (Gisaeng Utama)
  • Jung Hye-Young (정혜영) – as Madam Chun Sooryun (Pemimpin Rumah Gisaeng)
  • Lee Do-Kyung (이도경) – as Gongdal (Salah satu dari Empat Guru)
  • Kim Hee-Jung (김희정) – as Lady Yoon (Ibu dari Taeseo dan Chungjo)
  • Nam Hyun-Joo (남현주) – as Kepala Pelayan Rumah Gisaeng
  • Park Joo-Hyung (박주형) – as Han Noh (Kepala Keamanan Penginapan Seratus Tahun)
  • Kim Ki-Bang (김기방) – as Ok Man (Pelayan Penginapan Seratus Tahun)
  • Kim Bo-Mi (김보미) – as Damyi (Pelayan Seohwa)
  • Lee David (이다윗) – as Yoon Jungyoon (Adik dari Seohwa)
  • Kim Dong-Kyoon (김동균) – as Choi Mareum (Kepala Pelayan Penginapan Seratus Tahun / Ayah Angkat Kangchi )
  • David McInnis – as Kageshima (Kepala Keamanan Delegasi Jepang)
  • Kim Sung-Hoon (김성훈) – as Wolpae
  • Song Young-Kyu (송영규) – as Pilmok (Asisten Seohwa)
  • Lee Hye-In (이혜인) – as Gobdan (Pelayan Chungjo)
  • Jin Kyung (진경)  – as Bibi Guru Yeowool

0 comments:

Post a Comment